========================================================================
Catatan Laporan zikir wirid gunung harta klik Disini
========================================================================
Apa itu
Wirid "Gunung Harta"?
Wirid gunung harta ini ( Ya Allah,Ya wahab ,Ya razak ) merupakan amalan zikir spiritual yang diijazahkan
oleh Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul
Latif al-Bangkalani , atau lebih dikenal sebagai Syaikhona Kholil Bangkalan ,seorang ulama
besar dan guru spiritual para kiai pesantren di Jawa .Bacaan wirid ini bukan
sekadar untuk memperoleh kekayaan materi, melainkan upaya spiritual untuk
mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon rezeki yang halal dan berkah
Tata Cara
Mengamalkannya:
1. Waktu
Pelaksanaan
Dilaksanakan
pada malam hari, sekitar pukul 10 malam- 01.00
dinihari
2. Shalat
Hajat
Awali dengan melakukan Salat Hajat 2 atau 4 rakaat (setiap 2 rakaat ditutup
dengan salam).Niat:" Usholi sunatan hajat rokataini mustaqbilal kiblati adaan lilahi taala"
a.Setelah alfatihah membaca ayat qursi rokaat pertama
b.Setelah al fatihah membaca qulhuaAllahu ahad rakaat kedua
Atau ayat quran surah apapun boleh dibaca tak harus ayat qursi atau qul huaAllahu aahd, bebas saja
3. Bacaan
Zikir Wirid
Setelah
salat hajat, Duduk diatas sejadah dalam keadaan suci.lanjutkan dengan membaca surah yaasin satu kali sahaja,lalu lanjutkan dengan :
1. Ila hadrotinabiyil musthofa Muhamadin rasulullah Saw, Al fatihah......
2.Wa ala alihi wa ashabihi wa juryatihi wa ahlu baytihi. alfatihah......
3.Ila harroti Syehona holil bangkalan, alfatihah......
4. Ila hadrroti man ajajani waajajahu, alfatihah....
5.Membaca Wirid Ini:
Yaa Allaahu,
Yaa Rozzaaqu, Yaa Wahhaabu" sebanyak
1000 kali
Allahummakfini
bi-halalika ‘an haramika, wa aghnini bi-fadhlika amman siwaak" sebanyak 3 kali
6. Membaca Shoolawa Nabi 14 kali
"Allahuma Sholi Ala Sayidina Muhmad Wa Ala Ali SayidinaMuhamad "
7.Membaca Ila hadrotil wali walidaya alfatihah:'''......
8.Membaca " Robighfirli wali walidaya warhamhuka kama robayani shagira...
9.Menutup dengan Do'a memohon rizki dalam bahasa indonesia juga boleh.Awali dg ini dulu sebelum berdo'a:
Alhamdulilah hirobil alamin, allahuma sholi ala sayidina muhamad wa ala ali sayidina muhamad, Allahuma ini asyhadu bianaka anta Allah allaji la ilaha ila anta alahadu somadu lam yalid walam yulad walamyakul lahu kufuan ahad..........baru d sini berdoa dlm bahasa apapun minta apapun terutama soal rizki, ...silahkan akhiri dg sholawat dan alhamdulilah.
10. Besok paginya usahakan sebelum juhur sudah membaca : Ya Allah, ya wahab ,ya razak 10 ribu kali. Minimal 500 jika bisa bagus 10 ribu kali, sebba daripengalaman saya mngamalkan 10 ribu hari itu rizki terusmengalir dengan mudah
Selesai
Siapa
Pengijazahnya?
Pengijazah
wirid ini adalah Syaikhona Muhammad
Kholil bin Abdul Latif al-Bangkalani , atau dikenal sebagai Syaikhona Kholil Bangkalan , tokoh spiritual
penting dan guru para kiai pada era tersebut Dijelaskan bahwa tulisan ijazah tersebut
berasal dari tangan langsung beliau, dan dijadikan pegangan oleh para santri
Waktu : Malam hari sekitar jam 1 dinihari
Shalat Hajat
2 atau 4 rakaat, masing-masing 2 rakaat
salam
Zikir Utama "Yaa
Allaahu, Yaa Rozzaaqu, Yaa Wahhaabu" — dibaca 1000 kali
Zikir Utama "Allahumma-kfini bi-halalika ‘an haramika… amman siwaak" — dibaca 3 kali
Wirid “Gunung Harta” adalah amalan spiritual yang diajarkan
oleh Syaikhona Kholil Bangkalan dengan tujuan memohon rezeki yang berkelanjutan
dan berkah—baik materi maupun kedamaian batin. Amalan ini terdiri dari salat
hajat dan bacaan zikir dengan urut-urutan jelas.
Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif
Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif al-Bangkalan (sering
disebut Syaikhona Kholil Bangkalan) adalah seorang ulama besar karismatik dari
Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang hidup pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Beliau dikenal sebagai guru para kiai dan salah satu tokoh penting dalam
perkembangan Islam di Indonesia, khususnya di Jawa dan Madura.
Nama lengkap: Muhammad Kholil bin Abdul Latif al-Bangkalan
Lahir : Sekitar tahun 1820–1825 di Desa Kamal, Bangkalan,
Madura
Wafat : 29 Ramadhan 1343 H / 24 April 1925 M
Makam: Di kompleks pesantren
Syaikhona Kholil, Bangkalan, Madura
Gelar Syaikhona (gelar
kehormatan dari masyarakat Madura untuk ulama besar)
Pendidikan
Belajar dasar-dasar agama kepada ayahnya, KH. Abdul Latif, dan beberapa kiai lokal
Madura.
Melanjutkan belajar ke
Mekkah selama bertahun-tahun,
berguru pada ulama besar, di antaranya:
Syaikh Nawawi al-Bantani
Syaikh Ahmad Khatib Sambas (pendiri Tarekat Qadiriyah wa
Naqsyabandiyah)
Sepulang dari Mekkah, beliau mendirikan pesantren di
Bangkalan yang menjadi pusat ilmu dan spiritualitas.
Peran dan Pengaruh
Guru para ulama besar: Banyak kiai pendiri pesantren besar di
Jawa adalah murid beliau, di antaranya:
KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU) KH. Wahab Hasbullah KH. Asnawi Kudus KH. Dahlan dan banyak kiai lainnya
Beliau dikenal sebagai
wali Allah yang memiliki banyak
karomah (kemuliaan spiritual) dan sangat dihormati. Ajaran beliau menekankan tasawuf, akhlak, dan zikir, di samping
penguasaan fikih, tauhid, dan ilmu alat.
Warisan
Pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan masih menjadi pusat pendidikan Islam. Banyak amalan dan wirid, seperti Wirid Gunung Harta, dinisbatkan sebagai ijazah dari beliau. Beliau dikenang bukan hanya sebagai kiai, tetapi juga sebagai wali quthub (pemimpin spiritual di zamannya). Syaikhona Kholil Bangkalan adalah ulama kharismatik, guru para pendiri pesantren besar di Nusantara, dan sosok wali yang sangat dihormati . Peran beliau sangat besar dalam menyebarkan ilmu, menjaga tradisi Islam ahlussunnah wal jama’ah, serta membentuk jaringan pesantren yang masih hidup hingga kini.
Karomah Syaikhona Kholil Bangkalan
1. Kiai Hasyim Asy’ari dan Tongkat Ijazah
Suatu ketika, KH. Hasyim Asy’ari muda sowan kepada Syaikhona
Kholil. Beliau hanya memberikan sebuah tongkat kepada KH. Hasyim. Rupanya itu
isyarat bahwa KH. Hasyim kelak akan menjadi pemimpin umat Islam. Tak lama
kemudian, KH. Hasyim benar-benar mendirikan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi
Islam terbesar di Indonesia.
2. Kitab yang Muncul di Depan Pintu
Dikisahkan, ada seorang santri ingin belajar kitab tertentu
namun belum mampu membelinya. Saat itu, kitab tersebut tiba-tiba sudah ada di depan pintu pesantren,
lengkap tanpa cacat. Masyarakat meyakini itu karomah Syaikhona Kholil yang
selalu membantu santri menuntut ilmu.
3. Mendoakan Santri yang Susah Menghafal
Ada santri yang kesulitan menghafal kitab kuning. Syaikhona
Kholil lalu menyuapi santri tersebut dengan nasi dan membaca doa. Sejak saat
itu, santri itu sangat mudah menghafal dan menguasai kitab. Banyak kisah serupa
yang menunjukkan doa beliau mustajab.
4. Isyarat Melalui Benda
Beliau sering memberikan benda sederhana kepada tamunya
sebagai isyarat atau petunjuk masa depan.
Kepada KH. Hasyim Asy’ari → diberikan tongkat (simbol
kepemimpinan).
Kepada KH. Wahab Hasbullah → diberikan kendil berisi tanah
(isyarat bahwa beliau akan menjadi pejuang di tanah air).
Kepada tokoh lain, beliau pernah memberikan paku, kunci, dan
batu, yang kelak terbukti sebagai lambang peran mereka di masyarakat.
5. Mengetahui Isi Hati Muridnya
Banyak santri yang belum sempat mengutarakan maksud hati,
tetapi Syaikhona Kholil sudah memberikan jawaban. Misalnya, santri ingin minta
doa agar dimudahkan jodoh, tiba-tiba beliau berkata: “Besok kau akan dilamar
orang, terimalah!” dan ternyata benar terjadi.
6. Tanda Kewalian
Syaikhona Kholil sering terlihat shalat di Masjidil Haram Mekkah, padahal saat itu beliau berada di Bangkalan. Ada juga cerita masyarakat melihat beliau di dua tempat berbeda pada waktu yang sama. Kisah ini diyakini sebagai tanda bahwa beliau termasuk wali quthub (pemimpin para wali pada zamannya).
7. Kedermawanan yang Ajaib
Walaupun beliau bukan orang kaya raya, setiap kali ada tamu atau santri yang butuh bantuan, beliau selalu bisa memberi. Anehnya, uang atau makanan yang beliau sedekahkan seolah tidak pernah habis. Karomah-karomah ini bukan semata keajaiban, tapi tanda kedekatan Syaikhona Kholil dengan Allah SWT. Beliau adalah guru para ulama besar, wali quthub di Nusantara, dan sampai hari ini doa-doa di makamnya di Bangkalan terus diziarahi ribuan orang.
Amalan dan wejangan
Syaikhona Kholil Bangkalan
yang hingga kini masih
diamalkan para kiai, santri, dan masyarakat:
Amalan Syaikhona Kholil
Bangkalan
1. Wirid Gunung Harta
Amalan zikir untuk
memohon rezeki yang halal dan berkah.
Tata caranya: shalat
hajat di malam hari, lalu membaca “Yaa Allah, Yaa Rozzaq, Yaa Wahhab” sebanyak
1000 kali, dilanjutkan doa “Allahummakfini bi halalika ‘an haramika, wa aghnini
bifadhlika ‘amman siwak
Tujuannya bukan sekadar
kaya materi, tapi kecukupan dengan keberkahan.
2. Sholawat sebagai
Pintu Pertolongan
Syaikhona Kholil sangat
menekankan memperbanyak shalawat kepada
Nabi Muhammad SAW
Beliau mengajarkan santri
untuk membiasakan membaca Shalawat Nariyah, Shalawat Munjiyat, Shalawat Thibbil
Qulub.
Pesan beliau: “Siapa memperbanyak shalawat,
Allah akan memudahkan semua urusan dan mengangkat derajatnya.”
3. Amalan Doa Mustajab
untuk Kesulitan
Syaikhona Kholil
memberi ijazah doa:
Yaa Hayyu Yaa Qayyum,
bi rahmatika astaghits, ashlih li sya’ni kullahu wa la takilni ila nafsi
tharfata ‘ain.
Dibaca ketika sedang
sulit, insyaAllah diberi jalan keluar.
4. Kesederhanaan
sebagai Amalan Hidup
Beliau sering berpesan:
“Jadilah ulama yang
tidak tergoda dunia, sebab dunia akan mendatangi ulama yang ikhlas.”
Hidup sederhana dan
tidak berlebihan adalah amalan utama bagi santri dan kiai.
5. Doa untuk Kecerdasan
Santri
Bagi santri yang susah
menghafal, beliau ijazahkan membaca:
Rabbi zidni ‘ilman
warzuqni fahman.
Dibaca setiap selesai
shalat wajib.
6. Puasa Sunah
Syaikhona Kholil
dikenal istiqomah dengan puasa sunah, terutama Senin-Kamis. Beliau berpesan,
puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga melatih sabar, menjaga lisan, dan
menundukkan hawa nafsu.
7. Dzikir Harian
Beliau menekankan
dzikir sederhana tapi konsisten, antara lain:
Istighfar minimal 100
kali sehari.
Laa ilaha illallah
minimal 100 kali sehari.
Shalawat minimal 100
kali sehari.
Wejangan Syaikhona
Kholil
1.“Ilmu tanpa adab,
bagaikan api tanpa cahaya.”
2.“Berkah itu bukan
banyaknya harta, tapi tenangnya hati dan manfaatnya untuk orang lain.”
3.“Jangan tinggalkan
doa orang tua, sebab itu kunci keberkahan hidup.”
4.“Santri sejati itu
tidak hanya pintar kitab, tapi juga tawadhu’ dan ikhlas.”
5.“Kalau ingin mulia, dekatilah Allah, jangan dekat dengan penguasa.”
Amalan dan wejangan
Syaikhona Kholil Bangkalan sangat sederhana: dzikir, shalawat, doa,
kesederhanaan, dan adab. Inilah yang membuat beliau dicintai, dihormati, dan
diakui sebagai wali besar Nusantara.