Jumat, 05 September 2025

.........”Allahuma Sholi Ala Satidina Muhamad Wa Ala Ali Sayidina Muhamad”.......

========================================================================

Catatan Laporan zikir wirid gunung harta klik Disini

========================================================================

Apa itu Wirid "Gunung Harta"?

Wirid gunung harta ini ( Ya Allah,Ya wahab ,Ya razak ) merupakan amalan zikir spiritual yang diijazahkan oleh  Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif al-Bangkalani , atau lebih dikenal sebagai  Syaikhona Kholil Bangkalan ,seorang ulama besar dan guru spiritual para kiai pesantren di Jawa .Bacaan wirid ini bukan sekadar untuk memperoleh kekayaan materi, melainkan upaya spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon rezeki yang halal dan berkah

Tata Cara Mengamalkannya:

1. Waktu Pelaksanaan

Dilaksanakan pada malam hari, sekitar pukul 10 malam- 01.00 dinihari

2. Shalat Hajat

Awali dengan melakukan  Salat Hajat  2 atau 4 rakaat (setiap 2 rakaat ditutup dengan salam).Niat:" Usholi sunatan hajat rokataini mustaqbilal kiblati adaan lilahi taala"

a.Setelah alfatihah  membaca ayat qursi rokaat pertama

b.Setelah al fatihah membaca qulhuaAllahu ahad  rakaat kedua

Atau ayat quran surah apapun boleh dibaca tak harus  ayat qursi atau qul huaAllahu aahd, bebas saja

3. Bacaan Zikir Wirid

Setelah salat hajat, Duduk diatas sejadah dalam keadaan suci.lanjutkan dengan membaca  surah yaasin satu kali sahaja,lalu lanjutkan dengan :

1. Ila hadrotinabiyil musthofa Muhamadin rasulullah Saw, Al fatihah......

2.Wa ala alihi wa ashabihi wa juryatihi wa ahlu baytihi.  alfatihah......

3.Ila harroti Syehona holil bangkalan, alfatihah......

4. Ila hadrroti man ajajani waajajahu, alfatihah....

5.Membaca Wirid Ini:

Yaa Allaahu, Yaa Rozzaaqu, Yaa Wahhaabu"  sebanyak   1000 kali

Allahummakfini bi-halalika ‘an haramika, wa aghnini bi-fadhlika amman siwaak"        sebanyak   3 kali

6. Membaca Shoolawa Nabi 14 kali

"Allahuma Sholi Ala Sayidina Muhmad Wa Ala Ali SayidinaMuhamad "

7.Membaca  Ila hadrotil wali walidaya  alfatihah:'''......

8.Membaca " Robighfirli wali walidaya warhamhuka kama robayani shagira...

9.Menutup dengan Do'a memohon rizki dalam bahasa indonesia juga boleh.Awali dg ini dulu sebelum berdo'a:

Alhamdulilah hirobil alamin, allahuma sholi ala sayidina muhamad wa ala ali sayidina muhamad, Allahuma ini asyhadu bianaka anta Allah allaji la ilaha ila anta alahadu somadu lam yalid walam yulad walamyakul lahu kufuan ahad..........baru d sini berdoa dlm bahasa apapun minta apapun terutama  soal rizki, ...silahkan akhiri dg sholawat dan alhamdulilah.

10. Besok paginya usahakan sebelum juhur sudah membaca : Ya Allah, ya wahab ,ya razak 10 ribu kali. Minimal 500 jika bisa bagus 10 ribu kali, sebba daripengalaman saya mngamalkan 10 ribu hari itu rizki terusmengalir dengan mudah 

Selesai

Siapa Pengijazahnya?

Pengijazah wirid ini adalah  Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif al-Bangkalani , atau dikenal sebagai  Syaikhona Kholil Bangkalan , tokoh spiritual penting dan guru para kiai pada era tersebut Dijelaskan bahwa tulisan ijazah tersebut berasal dari tangan langsung beliau, dan dijadikan pegangan oleh para santri

Waktu :  Malam hari sekitar jam 1 dinihari                                      

Shalat Hajat   2 atau 4 rakaat, masing-masing 2 rakaat salam                            

Zikir Utama "Yaa Allaahu, Yaa Rozzaaqu, Yaa Wahhaabu" — dibaca 1000 kali            

Zikir Utama  "Allahumma-kfini bi-halalika ‘an haramika… amman siwaak" — dibaca 3 kali              

Wirid “Gunung Harta” adalah amalan spiritual yang diajarkan oleh Syaikhona Kholil Bangkalan dengan tujuan memohon rezeki yang berkelanjutan dan berkah—baik materi maupun kedamaian batin. Amalan ini terdiri dari salat hajat dan bacaan zikir dengan urut-urutan jelas.

Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif 

Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif al-Bangkalan (sering disebut Syaikhona Kholil Bangkalan) adalah seorang ulama besar karismatik dari Bangkalan, Madura, Jawa Timur, yang hidup pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Beliau dikenal sebagai  guru para kiai  dan salah satu tokoh penting dalam perkembangan Islam di Indonesia, khususnya di Jawa dan Madura.

Nama lengkap: Muhammad Kholil bin Abdul Latif al-Bangkalan

Lahir : Sekitar tahun 1820–1825 di Desa Kamal, Bangkalan, Madura

Wafat : 29 Ramadhan 1343 H / 24 April 1925 M

Makam: Di kompleks pesantren  Syaikhona Kholil, Bangkalan, Madura

Gelar Syaikhona  (gelar kehormatan dari masyarakat Madura untuk ulama besar)

Pendidikan

Belajar dasar-dasar agama kepada ayahnya,  KH. Abdul Latif, dan beberapa kiai lokal Madura.

Melanjutkan belajar ke  Mekkah  selama bertahun-tahun, berguru pada ulama besar, di antaranya:

Syaikh Nawawi al-Bantani

Syaikh Ahmad Khatib Sambas (pendiri Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah)

Sepulang dari Mekkah, beliau mendirikan pesantren di Bangkalan yang menjadi pusat ilmu dan spiritualitas.

Peran dan Pengaruh

Guru para ulama besar: Banyak kiai pendiri pesantren besar di Jawa adalah murid beliau, di antaranya:

KH. Hasyim Asy’ari (pendiri NU)  KH. Wahab Hasbullah   KH. Asnawi Kudus  KH. Dahlan dan banyak kiai lainnya

Beliau dikenal sebagai  wali Allah  yang memiliki banyak karomah (kemuliaan spiritual) dan sangat dihormati. Ajaran beliau menekankan  tasawuf, akhlak, dan zikir, di samping penguasaan fikih, tauhid, dan ilmu alat.

Warisan

Pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan masih menjadi pusat pendidikan Islam. Banyak amalan dan wirid, seperti  Wirid Gunung Harta, dinisbatkan sebagai ijazah dari beliau. Beliau dikenang bukan hanya sebagai kiai, tetapi juga sebagai  wali quthub (pemimpin spiritual di zamannya). Syaikhona Kholil Bangkalan adalah ulama kharismatik, guru para pendiri pesantren besar di Nusantara, dan sosok wali yang sangat dihormati . Peran beliau sangat besar dalam menyebarkan ilmu, menjaga tradisi Islam ahlussunnah wal jama’ah, serta membentuk jaringan pesantren yang masih hidup hingga kini.

Karomah Syaikhona Kholil Bangkalan

1. Kiai Hasyim Asy’ari dan Tongkat Ijazah

Suatu ketika, KH. Hasyim Asy’ari muda sowan kepada Syaikhona Kholil. Beliau hanya memberikan sebuah tongkat kepada KH. Hasyim. Rupanya itu isyarat bahwa KH. Hasyim kelak akan menjadi pemimpin umat Islam. Tak lama kemudian, KH. Hasyim benar-benar mendirikan Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia.

2. Kitab yang Muncul di Depan Pintu

Dikisahkan, ada seorang santri ingin belajar kitab tertentu namun belum mampu membelinya. Saat itu, kitab tersebut  tiba-tiba sudah ada di depan pintu pesantren, lengkap tanpa cacat. Masyarakat meyakini itu karomah Syaikhona Kholil yang selalu membantu santri menuntut ilmu.

3. Mendoakan Santri yang Susah Menghafal

Ada santri yang kesulitan menghafal kitab kuning. Syaikhona Kholil lalu menyuapi santri tersebut dengan nasi dan membaca doa. Sejak saat itu, santri itu sangat mudah menghafal dan menguasai kitab. Banyak kisah serupa yang menunjukkan doa beliau mustajab.

4. Isyarat Melalui Benda

Beliau sering memberikan benda sederhana kepada tamunya sebagai isyarat atau petunjuk masa depan.

Kepada KH. Hasyim Asy’ari → diberikan tongkat (simbol kepemimpinan).

Kepada KH. Wahab Hasbullah → diberikan kendil berisi tanah (isyarat bahwa beliau akan menjadi pejuang di tanah air).

Kepada tokoh lain, beliau pernah memberikan paku, kunci, dan batu, yang kelak terbukti sebagai lambang peran mereka di masyarakat.

5. Mengetahui Isi Hati Muridnya

Banyak santri yang belum sempat mengutarakan maksud hati, tetapi Syaikhona Kholil sudah memberikan jawaban. Misalnya, santri ingin minta doa agar dimudahkan jodoh, tiba-tiba beliau berkata: “Besok kau akan dilamar orang, terimalah!” dan ternyata benar terjadi.

6. Tanda Kewalian

Syaikhona Kholil sering terlihat shalat di Masjidil Haram Mekkah, padahal saat itu beliau berada di Bangkalan. Ada juga cerita masyarakat melihat beliau di dua tempat berbeda pada waktu yang sama. Kisah ini diyakini sebagai tanda bahwa beliau termasuk wali quthub (pemimpin para wali pada zamannya).

7. Kedermawanan yang Ajaib

Walaupun beliau bukan orang kaya raya, setiap kali ada tamu atau santri yang butuh bantuan, beliau selalu bisa memberi. Anehnya, uang atau makanan yang beliau sedekahkan seolah tidak pernah habis. Karomah-karomah ini bukan semata keajaiban, tapi  tanda kedekatan Syaikhona Kholil dengan Allah SWT. Beliau adalah guru para ulama besar, wali quthub di Nusantara, dan sampai hari ini doa-doa di makamnya di Bangkalan terus diziarahi ribuan orang.

Amalan dan wejangan Syaikhona Kholil Bangkalan

yang hingga kini masih diamalkan para kiai, santri, dan masyarakat:

Amalan Syaikhona Kholil Bangkalan

1. Wirid Gunung Harta

Amalan zikir untuk memohon rezeki yang halal dan berkah.

Tata caranya: shalat hajat di malam hari, lalu membaca “Yaa Allah, Yaa Rozzaq, Yaa Wahhab” sebanyak 1000 kali, dilanjutkan doa “Allahummakfini bi halalika ‘an haramika, wa aghnini bifadhlika ‘amman siwak

Tujuannya bukan sekadar kaya materi, tapi kecukupan dengan keberkahan.

2. Sholawat sebagai Pintu Pertolongan

Syaikhona Kholil sangat menekankan  memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Beliau mengajarkan santri untuk membiasakan membaca Shalawat Nariyah, Shalawat Munjiyat, Shalawat Thibbil Qulub.

 Pesan beliau: “Siapa memperbanyak shalawat, Allah akan memudahkan semua urusan dan mengangkat derajatnya.”

3. Amalan Doa Mustajab untuk Kesulitan

Syaikhona Kholil memberi ijazah doa:

Yaa Hayyu Yaa Qayyum, bi rahmatika astaghits, ashlih li sya’ni kullahu wa la takilni ila nafsi tharfata ‘ain.

Dibaca ketika sedang sulit, insyaAllah diberi jalan keluar.

4. Kesederhanaan sebagai Amalan Hidup

Beliau sering berpesan:

“Jadilah ulama yang tidak tergoda dunia, sebab dunia akan mendatangi ulama yang ikhlas.”

Hidup sederhana dan tidak berlebihan adalah amalan utama bagi santri dan kiai.

5. Doa untuk Kecerdasan Santri

Bagi santri yang susah menghafal, beliau ijazahkan membaca:

Rabbi zidni ‘ilman warzuqni fahman.

Dibaca setiap selesai shalat wajib.

6. Puasa Sunah

Syaikhona Kholil dikenal istiqomah dengan puasa sunah, terutama Senin-Kamis. Beliau berpesan, puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga melatih sabar, menjaga lisan, dan menundukkan hawa nafsu.

7. Dzikir Harian

Beliau menekankan dzikir sederhana tapi konsisten, antara lain:

Istighfar minimal 100 kali sehari.

Laa ilaha illallah minimal 100 kali sehari.

Shalawat minimal 100 kali sehari.

Wejangan Syaikhona Kholil

1.“Ilmu tanpa adab, bagaikan api tanpa cahaya.”

2.“Berkah itu bukan banyaknya harta, tapi tenangnya hati dan manfaatnya untuk orang lain.”

3.“Jangan tinggalkan doa orang tua, sebab itu kunci keberkahan hidup.”

4.“Santri sejati itu tidak hanya pintar kitab, tapi juga tawadhu’ dan ikhlas.”

5.“Kalau ingin mulia, dekatilah Allah, jangan dekat dengan penguasa.”

Amalan dan wejangan Syaikhona Kholil Bangkalan sangat sederhana: dzikir, shalawat, doa, kesederhanaan, dan adab. Inilah yang membuat beliau dicintai, dihormati, dan diakui sebagai wali besar Nusantara.

 

 


.........”Allahuma Sholi Ala Satidina Muhamad Wa Ala Ali Sayidina Muhamad”....... ==========================================================...